The Lasminggo Orchestra × 101Travel Kampanye Pariwisata
Kalau dikaitkan secara strategis, the Lasminggo Orchestra → Album Kampanye Pariwisata Probolinggo Raya → 101Travel → PT Five Plus Company bisa dibuat menjadi rantai pengembangan dari aset kreatif lokal menuju venture pariwisata digital.
The Lasminggo Orchestra × 101Travel
Yang perlu dijaga adalah pemisahan status perusahaan dan brand: saat ini the Lasminggo Orchestra berada dalam ekosistem PT Probolinggo Digital Pratama, sedangkan 101Travel Anda rencanakan sebagai brand dari PT Five Plus Company yang masih dipersiapkan. Situs The Lasminggo sendiri menyebutnya sebagai unit usaha PT Probolinggo Digital Pratama dan menempatkan musik kampanye pariwisata sebagai salah satu arah pengembangannya. (the Lasminggo Orchestra Music)
1. Hubungan besarnya
Saya akan menggambarkannya seperti ini:
PT PROBOLINGGO DIGITAL PRATAMA
│
│ Creative & Digital Asset
│
└── the Lasminggo Orchestra
│
│ Musik / Audio / Creative Content
│
▼
ALBUM KAMPANYE
PARIWISATA PROBOLINGGO RAYA
│
│ Tourism Promotion Content
▼
Brand / Campaign Asset
│
▼
PT FIVE PLUS COMPANY
│
└── 101Travel
│
│ Tourism Digital Platform
▼
Wisata • Destinasi •
Perjalanan • Promosi •
Ekonomi Kreatif
Jadi the Lasminggo bukan 101Travel.
Dan PT Probolinggo Digital Pratama bukan PT Five Plus Company.
Keterkaitannya adalah melalui aset kreatif, konten, promosi, dan potensi kerja sama bisnis antar-PT.
2. Peran The Lasminggo
the Lasminggo Orchestra berfungsi sebagai creative content engine.
Artinya, ia menghasilkan aset kreatif seperti:
- musik;
- lagu;
- album;
- soundtrack;
- jingle;
- audio campaign;
- konten promosi daerah;
- identitas musikal Probolinggo Raya.
Website The Lasminggo Orchestra memang memosisikannya sebagai studio/platform audio dan menjelaskan identitasnya sebagai orkestra crossover dari Probolinggo. (the Lasminggo Orchestra Studios)
Dengan demikian, The Lasminggo menjadi sisi kreatifnya.
3. Album Kampanye Pariwisata menjadi jembatan
Ini bagian yang menurut saya paling menarik dari konsep Anda.
Album Kampanye Pariwisata Probolinggo Raya bukan hanya album musik.
Ia dapat diposisikan sebagai:
Creative Tourism Campaign Asset
Artinya, musik digunakan untuk membantu menceritakan, mengenalkan, dan mempromosikan destinasi serta identitas Probolinggo Raya.
Misalnya lagu:
“Gapura Mangga dan Anggur dari Probolinggo Raya”
dapat menjadi salah satu karya yang membawa simbol lokal mangga dan anggur ke dalam media musik.
Kemudian lagu-lagu tersebut dapat digunakan dalam:
- YouTube;
- Instagram;
- TikTok;
- video destinasi;
- event pariwisata;
- kampanye digital;
- soundtrack promosi;
- konten 101Travel.
Dengan begitu, musik menjadi bahan bakar komunikasi pariwisata.
4. Lalu masuk ke 101Travel
Di sinilah konsep PT Five Plus Company mulai memiliki hubungan.
Jika 101Travel nantinya dikembangkan sebagai tourism digital platform, maka 101Travel dapat menjadi tempat untuk mengubah perhatian terhadap Probolinggo menjadi aktivitas pariwisata digital.
Contohnya:
ORANG MENDENGAR LAGU
↓
TERTARIK DENGAN PROBOLINGGO
↓
MENONTON VIDEO / KONTEN
↓
MENCARI DESTINASI
↓
MASUK KE 101TRAVEL
↓
MEMILIH DESTINASI / AKTIVITAS
↓
MELAKUKAN PERJALANAN
↓
MENGGUNAKAN LAYANAN PARTNER
Jadi ada conversion journey:
Music → Awareness → Interest → Discovery → Travel
5. Posisi masing-masing perusahaan
PT Probolinggo Digital Pratama
Creative & Digital Technology Company
Peran:
Menciptakan aset digital dan kreatif.
Contohnya:
- The Lasminggo;
- website;
- media;
- audio;
- digital content;
- teknologi;
- dokumentasi Probolinggo Raya.
Situs PT Probolinggo Digital Pratama sendiri saat ini menggambarkan ekosistemnya mencakup entertainment, edukasi, keamanan, distribusi aplikasi, dan pengembangan software. (101 Probolinggo)
PT Five Plus Company
Multi-Brand Digital Startup / Digital Venture
Peran:
Membangun dan mengembangkan bisnis/platform digital baru.
Salah satunya:
101Travel
Jadi secara konseptual:
Probolinggo Digital Pratama = Creator / Technology
Five Plus = Venture / Business Expansion
101Travel = Tourism Business Brand
The Lasminggo = Creative Brand
6. Hubungan antar-PT
Jika nantinya benar-benar dijalankan, bentuk kerja samanya dapat berupa:
Model A — Content Partnership
PT Probolinggo Digital Pratama:
menyediakan/mengelola konten musik pariwisata.
PT Five Plus:
menggunakan konten tersebut sebagai bagian dari kampanye 101Travel.
Model B — Licensing
The Lasminggo memiliki karya musik.
101Travel memperoleh izin penggunaan/lisensi untuk:
- promosi;
- video;
- iklan;
- platform;
- event;
- kampanye digital.
Ini lebih profesional apabila nantinya sudah ada aktivitas komersial.
Model C — Cross Promotion
The Lasminggo:
“Kenali Probolinggo melalui musik.”
101Travel:
“Jelajahi Probolinggo melalui perjalanan.”
Keduanya saling mengarahkan audiens.
7. Model ekosistemnya
Kalau dibuat sebagai slide presentasi:
PROBOLINGGO RAYA
│
Local Identity & Tourism
│
┌──────────┴──────────┐
│ │
CREATIVE SIDE BUSINESS SIDE
│ │
▼ ▼
The Lasminggo 101Travel
│ │
Music Travel
│ │
Album Digital Tourism
│ │
└──────────┬──────────┘
│
▼
TOURISM ECOSYSTEM
│
┌──────────────┼──────────────┐
▼ ▼ ▼
Wisata UMKM Ekonomi
Destinasi Lokal Kreatif
Ini jauh lebih kuat daripada sekadar mengatakan:
“Kami punya website musik dan website travel.”
8. Apa keuntungan Five Plus?
Dengan adanya aset seperti album The Lasminggo, 101Travel tidak harus mulai dari nol dalam membangun identitas konten.
Ia memiliki kemungkinan memperoleh:
Content → Story → Audience → Brand Awareness
Kemudian 101Travel mengembangkan:
Discovery → Booking/Travel Services → Partner → Revenue
Jadi:
The Lasminggo membangun emotional connection.
Sedangkan:
101Travel membangun commercial connection.
Ini merupakan kombinasi yang cukup menarik.
9. Peluncuran album bisa menjadi “soft launch” ekosistem
Kalau dirancang dengan baik, peluncuran Album Kampanye Pariwisata Probolinggo Raya dapat menjadi fase awal komunikasi menuju 101Travel.
Contohnya:
Fase 1 — Creative Launch
The Lasminggo Orchestra
🎵 Album Kampanye Pariwisata Probolinggo Raya
↓
Fase 2 — Tourism Awareness
🎬 Video destinasi
📸 Konten wisata
📱 Social media campaign
↓
Fase 3 — 101Travel Introduction
🌐 101Travel
“Discover Probolinggo Raya”
↓
Fase 4 — Tourism Platform
Destinasi
→ Aktivitas
→ Partner
→ Travel service
→ Booking/transaction
10. Yang paling penting: jangan mengklaim hubungan yang belum terjadi
Untuk presentasi sekarang, saya sarankan menggunakan kata:
“direncanakan”
atau
“dipersiapkan”
bukan:
“101Travel merupakan anak perusahaan PT Probolinggo Digital Pratama.”
Karena berdasarkan konsep Anda, 101Travel justru dipersiapkan sebagai brand PT Five Plus Company.
Begitu juga jangan mengatakan:
“The Lasminggo adalah bagian dari 101Travel.”
Lebih tepat:
The Lasminggo merupakan aset/brand kreatif di bawah PT Probolinggo Digital Pratama yang berpotensi menjadi mitra konten atau creative partner bagi 101Travel.
Rumusan presentasi yang paling kuat
Dari Musik Lokal Menuju Digital Tourism Venture
the Lasminggo Orchestra merupakan brand kreatif di bawah ekosistem PT Probolinggo Digital Pratama yang berfokus pada produksi dan pengembangan karya musik serta konten audio. Salah satu arah kreatifnya adalah pengembangan Album Kampanye Pariwisata Probolinggo Raya sebagai media promosi dan storytelling daerah.
Album tersebut dapat menjadi aset kreatif yang memperkenalkan identitas, destinasi, budaya, dan potensi Probolinggo Raya melalui musik.
Selanjutnya, PT Five Plus Company dipersiapkan sebagai Multi-Brand Digital Startup / Digital Venture Company, dengan salah satu brand yang direncanakan adalah 101Travel.
101Travel diarahkan sebagai platform digital di bidang pariwisata yang dapat menghubungkan wisatawan dengan destinasi, aktivitas perjalanan, pelaku usaha, ekonomi kreatif, dan layanan pendukung pariwisata.
Dengan demikian, hubungan keduanya dapat dirumuskan sebagai:
PT Probolinggo Digital Pratama → The Lasminggo → Creative Tourism Content → Album Kampanye Pariwisata Probolinggo Raya → Tourism Awareness → PT Five Plus Company → 101Travel → Digital Tourism Business.
Konsep ini menciptakan hubungan antara industri kreatif, teknologi digital, dan pariwisata.
The Lasminggo berperan pada sisi creative content dan cultural storytelling, sedangkan 101Travel dipersiapkan pada sisi digital tourism dan pengembangan bisnis.
Keduanya tetap merupakan bagian dari entitas dan struktur bisnis yang berbeda, sehingga hubungan antarperusahaan nantinya dapat dibentuk melalui mekanisme kerja sama, kemitraan, lisensi konten, cross-promotion, sponsorship, atau bentuk perjanjian bisnis lainnya sesuai kebutuhan dan aspek legal.
Kalau dibuat satu kalimat untuk investor/presentasi:
“The Lasminggo menciptakan cerita melalui musik, sedangkan 101Travel mengubah ketertarikan tersebut menjadi pengalaman perjalanan digital.”
Itulah menurut saya keterkaitan paling kuat antara kedua perusahaan tersebut.
Regard Minak tamael (Dokumen sekret yang patuh tidak di ketahui)
Eksplorasi konten lain dari Portal 101Tamael Web Cloud
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
0 Comments