Cara Belajar Membuat Sistem Informasi: dari Masalah hingga Solusi Digital
Belajar membuat Sistem Informasi bukan hanya belajar coding atau menghafal bahasa pemrograman.
Sistem Informasi adalah tentang bagaimana masalah di dunia nyata dipahami, dianalisis, kemudian diterjemahkan menjadi solusi digital yang dapat digunakan manusia.
Karena teknologi terus berubah, metode belajar yang baik seharusnya tidak bergantung pada satu bahasa pemrograman, framework, atau platform tertentu.
Prinsipnya dapat dibuat sederhana:
Masalah → Analisis → Kebutuhan → Solusi → Perancangan → Teknologi → Aplikasi → Pengujian → Implementasi → Evaluasi
Metode seperti ini bersifat evergreen, karena prinsipnya tetap dapat digunakan meskipun teknologi berubah.
1. Mulai dari masalah
Kesalahan umum ketika belajar membuat aplikasi adalah langsung menentukan teknologinya.
Misalnya:
“Saya mau belajar PHP.”
“Saya mau belajar JavaScript.”
“Saya mau membuat aplikasi dengan framework tertentu.”
Padahal langkah pertama yang lebih penting adalah:
Masalah apa yang ingin diselesaikan?
Contohnya:
Sebuah toko kesulitan mencatat transaksi dan mengetahui stok barang.
Dari sini sudah muncul masalah yang dapat dianalisis.
2. Tentukan solusi
Setelah masalah ditemukan, tentukan solusi yang mungkin dibuat.
Contohnya:
Masalah: pencatatan transaksi masih manual.
Solusi: Sistem Informasi Penjualan.
Sistem tersebut dapat membantu:
- mencatat transaksi;
- mengelola produk;
- menghitung stok;
- menyimpan data pelanggan;
- membuat laporan;
- memberikan informasi kepada pemilik.
Jadi aplikasi dibuat karena ada kebutuhan, bukan hanya karena ingin mencoba teknologi baru.
3. Kenali pengguna sistem
Sebuah sistem informasi selalu memiliki pengguna.
Contohnya pada sistem penjualan:
Kasir
- melakukan transaksi;
- mencetak nota;
- mencari produk.
Admin
- mengelola produk;
- mengelola stok;
- mengelola pengguna.
Pemilik
- melihat laporan;
- melihat omzet;
- memantau kondisi bisnis.
Dengan memahami pengguna, kebutuhan sistem menjadi lebih jelas.
4. Pahami proses bisnis
Setelah mengetahui pengguna, pelajari bagaimana pekerjaan dilakukan.
Misalnya proses penjualan:
Pelanggan datang
↓
Pilih barang
↓
Kasir mencatat
↓
Total transaksi
↓
Pembayaran
↓
Stok berkurang
↓
Nota
↓
Laporan
Proses seperti ini kemudian dapat diterjemahkan menjadi sistem digital.
Inilah salah satu kemampuan penting dalam Sistem Informasi: memahami proses sebelum membuat aplikasi.
5. Tentukan data yang dibutuhkan
Sistem informasi tidak dapat dipisahkan dari data.
Pada sistem penjualan, misalnya terdapat:
- data pengguna;
- data produk;
- data kategori;
- data pelanggan;
- data supplier;
- data transaksi;
- detail transaksi;
- data pembayaran;
- data stok.
Kemudian tentukan hubungan antar-data.
Contohnya:
Produk
↓
Transaksi
↓
Detail Transaksi
↓
Pembayaran
Dari sini pembelajaran database mulai memiliki konteks yang jelas.
6. Rancang sistem sebelum coding
Jangan terburu-buru membuat kode.
Buat rancangan terlebih dahulu.
Rancangan dapat berupa:
- flowchart;
- use case;
- activity diagram;
- ERD;
- wireframe;
- prototype;
- struktur database;
- rancangan hak akses.
Tujuannya bukan membuat dokumentasi sebanyak mungkin.
Tujuannya adalah mengurangi kesalahan ketika sistem mulai dibangun.
7. Pelajari dasar pemrograman
Setelah memahami masalah dan rancangan sistem, barulah belajar pemrograman.
Dasar yang penting antara lain:
- variabel;
- tipe data;
- operator;
- percabangan;
- perulangan;
- fungsi;
- struktur data;
- algoritma;
- pemrograman berorientasi objek bila diperlukan.
Jangan hanya menghafal sintaks.
Pahami logikanya.
Bahasa pemrograman dapat berubah, tetapi konsep logika pemrograman tetap dapat digunakan.
8. Belajar database
Database merupakan bagian penting dari banyak Sistem Informasi.
Pelajari:
- tabel;
- field;
- primary key;
- foreign key;
- relasi;
- query;
- CRUD;
- JOIN;
- normalisasi;
- transaksi database;
- backup.
Contohnya:
users
products
customers
transactions
transaction_details
payments
Kemudian buat hubungan antar-tabel sesuai kebutuhan sistem.
9. Buat aplikasi sederhana terlebih dahulu
Jangan langsung membuat platform yang sangat besar.
Mulai dengan proyek kecil.
Contohnya:
Proyek 1
Sistem Data Produk
Fitur:
- tambah;
- lihat;
- ubah;
- hapus.
Proyek 2
Sistem Kasir
Tambahkan:
- transaksi;
- pembayaran;
- stok.
Proyek 3
Sistem Informasi Penjualan
Tambahkan:
- pengguna;
- laporan;
- pelanggan;
- dashboard.
Dengan cara tersebut, kompleksitas meningkat secara bertahap.
10. Dari Software Desktop ke Web
Metode belajar Sistem Informasi tidak bergantung pada satu platform.
Sebuah sistem dapat diwujudkan sebagai Software Desktop.
Contohnya:
Pengguna
↓
Software Desktop
↓
Database
Kemudian sistem yang sama dapat dikembangkan menjadi:
Pengguna
↓
Browser
↓
Web Application
↓
Database Server
Selanjutnya dapat berkembang menjadi:
Pengguna
↓
Internet
↓
Web Cloud
↓
Application
↓
Database / Storage / API
Teknologinya berubah, tetapi proses berpikirnya tetap:
Masalah → Solusi → Sistem → Teknologi.
11. Belajar Web Cloud setelah memahami dasar
Web Cloud bukan sekadar membuat website.
Untuk mempelajarinya, pahami terlebih dahulu:
- HTTP dan HTTPS;
- domain;
- DNS;
- server;
- hosting;
- database server;
- authentication;
- authorization;
- API;
- deployment;
- backup;
- keamanan;
- monitoring.
Kemudian pahami bagaimana aplikasi dapat berjalan secara online.
Contohnya:
Laptop
\
Tablet ---- Internet ---- Web Cloud
/
Smartphone
Satu sistem dapat dirancang untuk melayani pengguna melalui berbagai perangkat.
12. Belajar dengan Project-Based Learning
Salah satu metode yang efektif adalah belajar berdasarkan proyek.
Daripada mempelajari teknologi secara terpisah, buat proyek yang memiliki tujuan.
Misalnya:
Saya ingin menciptakan Sistem Informasi Kasir.
Kemudian pelajari apa saja yang diperlukan untuk membuatnya.
Jika membutuhkan database, pelajari database.
Jika membutuhkan backend, pelajari backend.
Jika membutuhkan UI, pelajari frontend dan UI/UX.
Jika membutuhkan deployment, pelajari server dan cloud.
Dengan demikian, proses belajar menjadi:
Belajar karena membutuhkan solusi.
Bukan:
Belajar teknologi tanpa mengetahui untuk apa teknologi tersebut digunakan.
13. Gunakan metode iterasi
Sistem Informasi tidak harus langsung sempurna.
Buat versi pertama.
Misalnya:
Versi 1
Login + Produk + Transaksi.
Versi 2
Tambah:
- stok;
- pelanggan;
- laporan.
Versi 3
Tambah:
- dashboard;
- API;
- notifikasi.
Versi 4
Tambah:
- cloud;
- multi-user;
- integrasi layanan.
Dengan cara ini, sistem berkembang berdasarkan kebutuhan.
14. Lakukan pengujian
Aplikasi yang sudah selesai dibuat belum tentu benar.
Lakukan pengujian.
Misalnya pada sistem kasir:
Input:
Harga = Rp10.000
Jumlah = 2
Hasil yang diharapkan:
Rp20.000
Kemudian uji juga:
- login salah;
- produk tidak tersedia;
- stok habis;
- transaksi dibatalkan;
- koneksi terputus;
- user tanpa hak akses;
- data tidak lengkap.
Tujuannya memastikan sistem tidak hanya bisa berjalan, tetapi juga bisa digunakan dengan benar.
15. Gunakan sistem secara nyata
Tahap penting berikutnya adalah implementasi.
Berikan sistem kepada pengguna.
Kemudian lihat:
- apakah pengguna memahami antarmukanya;
- apakah prosesnya lebih cepat;
- apakah ada kesalahan;
- fitur apa yang kurang;
- bagian mana yang membingungkan.
Feedback pengguna merupakan bagian penting dari pengembangan Sistem Informasi.
16. Dokumentasikan proses belajar
Jangan hanya menyimpan source code.
Dokumentasikan:
- masalah awal;
- tujuan sistem;
- kebutuhan pengguna;
- proses bisnis;
- rancangan;
- teknologi;
- database;
- screenshot;
- hasil pengujian;
- perubahan versi;
- masalah yang ditemukan;
- solusi yang dibuat.
Dokumentasi tersebut dapat menjadi portofolio.
Bahkan proyek sederhana dapat menjadi sangat bernilai jika proses berpikirnya terdokumentasi dengan baik.
17. Bedakan “bisa coding” dan “bisa membuat sistem”
Seseorang dapat menguasai coding tetapi belum tentu mampu membuat Sistem Informasi yang baik.
Karena membuat sistem membutuhkan kemampuan untuk:
memahami masalah
↓
menganalisis kebutuhan
↓
merancang sistem
↓
merancang data
↓
membangun aplikasi
↓
menguji
↓
mengimplementasikan
↓
mengevaluasi
Coding merupakan salah satu bagian dari keseluruhan proses tersebut.
18. Prinsip evergreen dalam belajar
Teknologi akan terus berubah.
Bahasa pemrograman baru akan muncul.
Framework akan berganti.
Platform cloud akan berkembang.
Metode deployment juga dapat berubah.
Karena itu, fokus pembelajaran sebaiknya dibagi menjadi dua.
Fundamental
Pelajari hal yang relatif tahan lama:
- logika;
- algoritma;
- database;
- analisis sistem;
- desain sistem;
- proses bisnis;
- HTTP;
- konsep jaringan;
- UI/UX;
- keamanan;
- pemodelan data.
Teknologi
Kemudian pelajari alat yang sedang diperlukan:
- bahasa pemrograman;
- framework;
- library;
- cloud platform;
- database tertentu;
- API;
- tools development.
Dengan cara ini, ketika teknologi berubah, kemampuan dasar tetap dapat digunakan untuk mempelajari teknologi baru.
19. Rumus sederhana belajar membuat Sistem Informasi
Metode ini dapat diringkas menjadi:
1. Cari MASALAH
↓
2. Pahami PENGGUNA
↓
3. Analisis PROSES
↓
4. Tentukan DATA
↓
5. Tentukan SOLUSI
↓
6. Rancang SISTEM
↓
7. Pilih TEKNOLOGI
↓
8. Buat APLIKASI
↓
9. UJI
↓
10. IMPLEMENTASI
↓
11. EVALUASI
↓
12. KEMBANGKAN
Metode ini dapat diterapkan pada:
Software Desktop
maupun:
Web Application
maupun:
Web Cloud
maupun berbagai bentuk aplikasi digital lainnya.
20. Tidak berkaitan dengan mekanik atau bengkel
Istilah “sistem” dalam Sistem Informasi tidak berarti sistem mekanik.
Fokus pembelajaran di sini adalah:
Manusia + Proses + Data + Informasi + Teknologi Digital.
Contohnya:
- software;
- website;
- database;
- aplikasi;
- sistem bisnis;
- Web Cloud;
- platform digital.
Jadi, belajar membuat Sistem Informasi dalam artikel ini tidak berkaitan dengan mekanik, mesin kendaraan, otomotif, atau pekerjaan bengkel.
Yang dipelajari adalah bagaimana teknologi informasi digunakan untuk menciptakan solusi digital.
Pengalaman Membangun Sistem PPOB
Posisi/Jabatan saya waktu sebagai kasir di rental game online sekitar kecamatan lowokwaru cuma tidak ada penjualan voucher game online. Saya berfikir peluang pada akhirnya saya mengambil sebuah siasat belajar sambil membuat sistem PPOB (Payment Point Online Bank) yang di khususkan untuk pembayaran game online mulai game pc sampai game konsule yakni : PlayStation — PS4, PS5, Xbox — Xbox Series X/S, Nintendo — Nintendo Switch, Steam Deck — konsol genggam berbasis PC. namun waktu itu masih belum ada geme konsule cuma saya sudah menyediakan voucher game konsule.
Masalah : Dari pada capek-capek ke indomaret atau alfamart gua ngunci pelanggan, bisa beli di sini dengan mengakses website web cloud di mana saja hanya sesimpel itu tapi sulit di matematikanya harus akurat. gak mungkin 2 x 2 sama dengan 7, belum lagi bikin rumus diskon dan lain-lain super rada rumit. berikut portofolio saya hasil dokumentasi pribadi Sistem PPOB Cash Game Online pada website tersebut layaknya toko online jika sebagai pelanggan mengakses website di situ tapi di sisi pengguna aplikasi kasir berbasis web cloud. Nah ini bakal menjadi sistem perancangan marketplace pada unit PT Five Plus Company yang terdiri dari multi saudagar/tenant yang menjangkau international[1]International yang menjangkau 5 Benua Asia, Eropa, Amerika, Australia dan Afrika yang jelas secret company.
Kesimpulan
Cara belajar membuat Sistem Informasi yang baik tidak dimulai dari pertanyaan:
“Bahasa pemrograman apa yang harus saya pelajari?”
Tetapi:
“Masalah apa yang ingin saya selesaikan?”
Kemudian dilanjutkan:
“Solusi apa yang ingin saya ciptakan?”
Dari sana barulah ditentukan sistem, data, desain, dan teknologi yang diperlukan.
Seseorang dapat belajar mulai dari Software Desktop, kemudian berkembang ke Web Application, dan akhirnya mempelajari Web Cloud.
Platform boleh berubah.
Bahasa pemrograman boleh berubah.
Framework boleh berubah.
Namun pola berpikirnya tetap dapat digunakan:
Masalah → Analisis → Solusi → Sistem → Teknologi → Aplikasi → Evaluasi.
Itulah metode belajar yang bersifat evergreen.
Tujuan akhirnya bukan sekadar menjadi orang yang bisa membuat program, tetapi menjadi seseorang yang mampu memahami masalah dan menciptakan solusi digital yang benar-benar berguna.
Referensi Sumber Internet atau Daftar Pustaka
| ↑1 | International yang menjangkau 5 Benua Asia, Eropa, Amerika, Australia dan Afrika |
|---|
Eksplorasi konten lain dari Portal 101Tamael Web Cloud
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
0 Comments