Pasang iklan spanduk atau landscape
Mendengarkan artikel suara AI

Daftar Isi sembunyikan

The Lasminggo Orchestra × “Malang Memanggil” × 101Travel

Music-Driven Tourism Marketing untuk Wisatawan Domestik & Mancanegara

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

1. Latar Belakang

The Lasminggo Orchestra mempunyai posisi yang menarik: bukan hanya sebagai proyek musik, tetapi sebagai platform kreatif digital berbasis Probolinggo Raya. Situs resminya memosisikan The Lasminggo sebagai orchestra classical crossover dan mencantumkan rencana “Album Kampanye Pariwisata”. (the Lasminggo Orchestra Music)

Sementara itu, single:

🎵 “Malang Memanggil”

dapat diposisikan sebagai Tourism Music Campaign — lagu yang menggunakan musik sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi.

Presentasi Strategi Dari Musik Ke Travel

Presentasi Strategi Dari Musik Ke Travel

Dan di sinilah rancangan 101Travel dapat mengambil peran.


2. Momentum yang Sangat Menarik

Ada konteks penting dari daerah asal The Lasminggo.

Pada 30 September 2026, Pemerintah Kota Probolinggo mengumumkan bahwa Kota Probolinggo masuk nominasi East Java Tourism Marketing Award (EJTMA) 2026 kategori Best Marketing Campaign. Prosesnya telah melalui seleksi administrasi dan presentasi pada 20 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan uji petik lapangan pada 30 September. (Probolinggo City)

Yang menarik, salah satu masukan dewan juri adalah memperluas jejaring promosi melalui influencer nasional, karena promosi digital dapat memperluas awareness destinasi, event, kuliner, dan budaya ke luar daerah. (Probolinggo City)

Artinya, ada pelajaran penting:

Pariwisata modern bukan hanya soal memiliki destinasi, tetapi bagaimana destinasi tersebut dikemas, diceritakan, didistribusikan, dan ditemukan oleh calon wisatawan.

Di sinilah The Lasminggo + 101Travel dapat mengambil pendekatan yang berbeda.


3. Gagasan Besar

DARI MUSIK → MENUJU PERJALANAN

Bukan:

Lagu → selesai.

Tetapi:

THE LASMINGGO ORCHESTRA
            ↓
     MALANG MEMANGGIL
            ↓
      MEDIA SOSIAL
            ↓
        AWARENESS
            ↓
        CURIOSITY
            ↓
         101TRAVEL
            ↓
   DESTINATION DISCOVERY
            ↓
       TRIP PLANNING
            ↓
       ACTUAL TRAVEL
            ↓
      TRAVEL EXPERIENCE
            ↓
            UGC
            ↓
       MEDIA SOSIAL
            ↓
       CALON WISATAWAN BARU

Inilah konsep yang saya sebut:

Music-to-Tourism Growth Loop


4. Peran The Lasminggo Orchestra

The Lasminggo tidak perlu berubah menjadi biro perjalanan.

Posisinya tetap sebagai:

Creative Tourism Content Engine

Tugasnya:

  • membuat lagu;
  • membuat soundtrack destinasi;
  • membuat video;
  • membuat storytelling;
  • membuat konten budaya;
  • membuat konten visual;
  • membuat campaign music;
  • membangun emotional connection dengan destinasi.

Dengan kata lain:

The Lasminggo membuat orang merasa ingin datang.


5. Peran “Malang Memanggil”

“Malang Memanggil” jangan diperlakukan hanya sebagai single musik.

Posisikan sebagai:

Creative Tourism Campaign Asset

Satu lagu dapat menghasilkan banyak aset:

Aset Fungsi
Official Music Video Awareness
Official Audio Music discovery
Lyric Video Engagement
YouTube Shorts Discovery
Instagram Reels Reach
TikTok Viral/discovery
Behind The Song Storytelling
Destination Video Tourism promotion
Cinematic Malang Emotional branding
Travel Guide Information
Playlist Retention

Jadi satu lagu dapat menjadi mesin konten, bukan satu kali publikasi.


6. Distribusi Multi-Platform

YouTube

Storytelling + destination

TikTok

Discovery + short-form

Instagram

Visual tourism + branding

Facebook

Community + keluarga + regional audience

Shorts/Reels

Traffic generator

Website The Lasminggo

Music hub

101Travel

Tourism discovery hub

Konsepnya:

Social media menarik perhatian → The Lasminggo memperkuat cerita → 101Travel menyediakan informasi perjalanan.


7. Bagaimana Menarik Wisatawan Domestik?

Contohnya:

Orang Surabaya

Melihat:

🎵 “Malang Memanggil”

↓

Melihat video destinasi Malang

↓

Tertarik:

“Ternyata Malang punya banyak tempat menarik.”

↓

Klik:

101Travel

↓

Melihat:

  • destinasi;
  • kuliner;
  • event;
  • aktivitas;
  • itinerary;
  • rekomendasi perjalanan.

↓

Datang ke Malang


8. Bagaimana Menarik Wisatawan Mancanegara?

Kuncinya adalah multilingual tourism content.

Minimal:

🇮🇩 Indonesia
🇬🇧 English

Kemudian dapat dikembangkan:

🇨🇳 Mandarin
🇯🇵 Japanese
🇰🇷 Korean
🇲🇾 Malay

Contoh positioning:

Malang Memanggil

Malang is Calling

Kemudian:

Discover Malang, East Java, Indonesia through music, culture, nature and travel.

Musik menjadi bahasa emosional.

Video menjadi bahasa visual.

Bahasa Inggris menjadi jembatan informasi.

101Travel menjadi destination discovery layer.


9. Funnel Wisatawan

Saya menyarankan menggunakan funnel berikut:

1. SEE
   ↓
2. HEAR
   ↓
3. LIKE
   ↓
4. CURIOUS
   ↓
5. SEARCH
   ↓
6. DISCOVER 101TRAVEL
   ↓
7. PLAN
   ↓
8. VISIT
   ↓
9. SHARE
   ↓
10. INSPIRE OTHERS

Ini jauh lebih kuat daripada hanya mengejar:

“berapa juta views?”

Karena target akhirnya adalah tourism conversion.


10. 101Travel Sebagai “Jembatan”

Konsep 101Travel sebaiknya tidak langsung dimulai sebagai marketplace besar.

Tahap pertama:

101Travel

Digital Tourism Discovery Platform

Misalnya:

Explore Malang

  • Destination
  • Food
  • Culture
  • Nature
  • Event
  • Things to Do
  • Travel Guide
  • Itinerary
  • Transportation
  • Accommodation

Kemudian berkembang menjadi:

Discover → Plan → Book → Experience


11. Hubungan The Lasminggo dengan 101Travel

Secara struktur bisnis, jangan dicampur sebagai satu perusahaan.

Struktur yang lebih sehat:

PT PROBOLINGGO DIGITAL PRATAMA
             │
             ▼
   THE LASMINGGO ORCHESTRA
             │
             ▼
     MALANG MEMANGGIL
             │
       CREATIVE CONTENT
             │
             │
       CONTENT PARTNERSHIP
             │
             ▼
      PT FIVE PLUS COMPANY
             │
             ▼
         101TRAVEL
             │
             ▼
    DIGITAL TOURISM PLATFORM

Jadi:

The Lasminggo = Content & Creative

101Travel = Tourism & Digital Platform

Bukan berarti lagu “Malang Memanggil” menjadi milik 101Travel.

Hubungannya dapat berupa:

  • Content Partnership
  • Cross Promotion
  • Licensing
  • Tourism Campaign Partnership
  • Digital Distribution Partnership

12. Keuntungan Strategis dari Momentum EJTMA

Di sinilah menurut saya konsep Anda menjadi semakin menarik.

Kota Probolinggo saat ini sedang menunjukkan bahwa marketing campaign pariwisata menjadi perhatian penting dalam ekosistem pariwisata Jawa Timur. Penilaian kategori Best Marketing Campaign mencakup kreativitas kampanye, kekuatan kampanye, jangkauan promosi, dan dampak pengenalan potensi pariwisata. (Probolinggo City)

Maka The Lasminggo dapat mengambil pendekatan:

“Kalau pemerintah memasarkan destinasi melalui kampanye pariwisata, industri kreatif dapat membantu menceritakan destinasi melalui musik.”

Ini bukan menggantikan kampanye pemerintah.

Melainkan:

Creative-sector amplification.


13. Malang sebagai Pilot Project

Saya justru menyarankan:

Jangan langsung mulai dari seluruh Indonesia.

Mulai dari:

MALANG MEMANGGIL

Sebagai:

Creative Tourism Pilot Project

Uji model:

Music

↓

Social Media

↓

Tourism Awareness

↓

101Travel

↓

Travel Interest

↓

Tourism Experience

Jika model berhasil, baru direplikasi:

MALANG
   ↓
PROBOLINGGO
   ↓
JAWA TIMUR
   ↓
INDONESIA
   ↓
INTERNATIONAL TOURISM

14. Setelah Malang Memanggil

Kemudian masuk ke:

Album Kampanye Pariwisata Probolinggo Raya

Misalnya:

Malang Memanggil

→ Pilot

Gapura Mangga dan Anggur dari Probolinggo Raya

→ Probolinggo Tourism Campaign

Kemudian lagu-lagu berikutnya dapat mengambil tema:

  • destinasi;
  • budaya;
  • kuliner;
  • event;
  • alam;
  • sejarah;
  • ekonomi kreatif.

Dengan demikian terbentuk:

The Lasminggo Tourism Music Series


15. Growth Loop

Strateginya dapat dibuat seperti ini:

       🎵 MUSIC
          ↓
      AWARENESS
          ↓
     SOCIAL MEDIA
          ↓
       101TRAVEL
          ↓
      TRAVEL PLAN
          ↓
       TOURIST
          ↓
     EXPERIENCE
          ↓
        UGC
          ↓
     SOCIAL MEDIA
          ↓
     NEW AUDIENCE
          ↓
       🎵 MUSIC

Ini menarik karena wisatawan menjadi media pemasaran berikutnya.


16. KPI yang Harus Diukur

Jangan berhenti pada jumlah views.

Music KPI

  • Views
  • Watch time
  • Subscribers
  • Streaming
  • Search interest

Social KPI

  • Reach
  • Engagement
  • Share
  • Save
  • Comments
  • UGC
  • Hashtag usage

101Travel KPI

  • Website visitors
  • Destination page views
  • Click-through
  • Trip Planner usage
  • Itinerary creation
  • Partner inquiries
  • Booking/referral

Tourism KPI

  • Travel intention
  • Actual visits
  • UGC wisatawan
  • Repeat visitors
  • Partner conversion

17. Potensi Wisatawan Domestik & Mancanegara

Ya, keduanya dapat menjadi target.

Tetapi pendekatannya berbeda.

Pasar Konten utama
🇮🇩 Domestik Bahasa Indonesia, short video, itinerary, kuliner, keluarga
🇸🇬 🇲🇾 Regional Bahasa Indonesia + English
🇦🇺 Australia English + nature/adventure
🇨🇳 Tiongkok Mandarin + visual + itinerary
🇯🇵 Jepang Japanese + culture + nature
🇰🇷 Korea Korean + lifestyle + visual tourism
🌍 Global English + cinematic destination content

Indonesia sendiri mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025, sehingga pasar internasional memang memiliki skala yang besar. (Probolinggo City)


18. Posisi Akhir Masing-Masing

🎼 The Lasminggo Orchestra

Creative Tourism Content Engine

Menciptakan cerita melalui musik.

🎵 Malang Memanggil

Tourism Music Campaign

Membangkitkan rasa ingin tahu terhadap Malang.

🌐 101Travel

Digital Tourism Discovery & Travel Platform

Mengubah rasa ingin tahu menjadi informasi dan rencana perjalanan.

✈️ Wisatawan

End User + Content Creator

Mengubah pengalaman perjalanan menjadi cerita baru.


19. BIG IDEA

“MUSIC THAT MAKES DESTINATIONS CALL.”

Atau versi Indonesia:

“Musik yang Membuat Destinasi Memanggil.”

Malang Memanggil menjadi contoh pertama.

Kemudian:

Probolinggo Memanggil

Bromo Memanggil

Jawa Timur Memanggil

hingga:

Indonesia Memanggil


20. Kesimpulan

Menurut saya, “Malang Memanggil” memiliki potensi untuk menjadi lebih dari sekadar single, apabila diperlakukan sebagai aset kampanye pariwisata digital dan dihubungkan dengan rancangan 101Travel.

Namun kuncinya bukan sekadar:

“Upload lagu ke banyak media sosial.”

Melainkan:

“Bangun perjalanan pengguna dari musik sampai kunjungan wisata.”

Dan momentum Kota Probolinggo yang masuk nominasi EJTMA 2026 kategori Best Marketing Campaign justru memberikan konteks yang kuat: kreativitas, jangkauan digital, kolaborasi, dan cara mengemas destinasi memang menjadi bagian penting dari pemasaran pariwisata saat ini. (Probolinggo City)

Formula besarnya:

The Lasminggo Orchestra
→ Malang Memanggil
→ Social Media
→ Tourism Awareness
→ 101Travel
→ Destination Discovery
→ Trip Planning
→ Wisatawan Datang
→ UGC
→ Social Media
→ Wisatawan Baru

Sampel Kampanye Pariwisata Kota Malang

Identitas Singkat — “Malang Memanggil”

Judul: Malang Memanggil
Artis: The Lasminggo Orchestra
Format: Single lagu[1]Single lagu adalah rilis musik yang berfokus pada satu lagu sebagai karya utama, yang diterbitkan secara mandiri untuk didengarkan, dipromosikan, atau menjadi bagian dari strategi menuju perilisan … Continue reading
Genre: Orchestra Classical Crossover[2]Orchestra Classical Crossover adalah gaya musik yang memadukan musik orkestra dan klasik dengan genre populer atau modern seperti pop, rock, jazz, EDM, dangdut, dan musik tradisional, populer di … Continue reading
Tema: Kampanye Pariwisata Malang
Kategori: Tourism Music / Creative Tourism
Komposer: Prayoga Saktian Pratama Prameres
Basis: Probolinggo Raya, Jawa Timur
Label/Unit: The Lasminggo Orchestra — PT Probolinggo Digital Pratama
Platform: YouTube & distribusi digital
Strategi: Music-to-Tourism × 101Travel
Tujuan: Membangun awareness dan ketertarikan wisatawan domestik maupun mancanegara terhadap Malang.

Jadi, The Lasminggo tidak hanya mempromosikan sebuah lagu. Ia dapat menjadi salah satu mesin creative tourism marketing, sedangkan 101Travel menjadi lapisan digital yang mengubah perhatian menjadi perjalanan.

Regard Minak Tamael.

Referensi Sumber Internet atau Daftar Pustaka

Referensi Sumber Internet atau Daftar Pustaka
↑1 Single lagu adalah rilis musik yang berfokus pada satu lagu sebagai karya utama, yang diterbitkan secara mandiri untuk didengarkan, dipromosikan, atau menjadi bagian dari strategi menuju perilisan karya sebelum menjadi album sebagai lagu perkenalan.
↑2 Orchestra Classical Crossover adalah gaya musik yang memadukan musik orkestra dan klasik dengan genre populer atau modern seperti pop, rock, jazz, EDM, dangdut, dan musik tradisional, populer di negara Inggris raya, Amerika Serikat, Italia, Spanyol, Jerman, Belanda, Jepang dan Tiongkok

Eksplorasi konten lain dari Portal 101Tamael Web Cloud

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Peringatan !

⚠️ Disclaimer Resmi 101Tamael

Segala bentuk informasi, artikel, maupun konten yang tidak sesuai atau tidak berasal dari website resmi 101tamael.web.id adalah palsu. Website ini hanya berisi portofolio dan pengalaman kerja yang ditujukan sebagai bahan referensi profesional untuk keperluan melamar pekerjaan.

Cerdaslah dalam berpikir, jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan. Jangan seperti istilah “Singo Edan 86” (Singa Gila) — mari menjadi “Singa Pintar” dengan sikap kritis, bijak.

✍️ Salam

Salam Minak Jinggo dari Probolinggo Raya Julukan pendukung Persipro Probolinggo 1954 dan Programmer di Probolinggo.

Portal 101Tamael Web Cloud | Presentasi Strategi Dari Musik ke Travel


avatar Minak Tamael

Minak Tamael

Saya adalah Minak, seorang programmer dari Probolinggo Raya dengan latar belakang pendidikan di SMA Negeri 1 Bululawang, jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Walaupun berasal dari bidang sosial, saya memiliki minat besar terhadap dunia Sistem Informasi dan teknologi digital.

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Terjemahan »
Anti Gaptek — tamatan SMA Negeri 1 Bululawang tahun 2009, Jurusan IPS (Akuntansi), mempelajari Sistem Informasi secara otodidak