Daftar Startup Unicorn Indonesia Terbaru
Startup Unicorn Indonesia
Indonesia merupakan salah satu ekosistem startup terbesar di Asia Tenggara. Istilah unicorn digunakan untuk perusahaan rintisan swasta yang mencapai valuasi sekurang-kurangnya US$1 miliar. Namun, daftar unicorn dapat berbeda antar sumber karena ada perusahaan yang sudah IPO, mengalami perubahan valuasi, atau statusnya berubah setelah aksi korporasi.
Berdasarkan sejumlah sumber yang memperbarui data hingga 2026, berikut daftar startup Indonesia yang masih banyak dikategorikan sebagai unicorn. StartupBlink mencatat 8 unicorn Indonesia pada 2026, sementara sumber lain menggunakan cakupan yang berbeda. (StartupBlink)
๐ฆ 1. Traveloka
Traveloka merupakan perusahaan teknologi perjalanan yang menyediakan pemesanan penerbangan, hotel, aktivitas dan berbagai layanan perjalanan.
Traveloka menjadi salah satu startup Indonesia dengan valuasi terbesar. Sejumlah sumber menempatkan valuasinya sekitar US$2,8โ3 miliar. (StartupBlink)
Sektor: Travel & Mobility / Consumer & Retail
Status: Unicorn
๐ณ 2. Akulaku
Akulaku bergerak di bidang teknologi finansial dan layanan keuangan digital, termasuk pembayaran serta pembiayaan konsumen.
Valuasinya dilaporkan sekitar US$2 miliar. (1001 Startup)
Sektor: Fintech / Financial Services
Status: Unicorn
๐ 3. eFishery
eFishery mengembangkan teknologi untuk industri akuakultur, termasuk sistem pemberian pakan dan teknologi berbasis data untuk pembudidaya ikan dan udang.
eFishery mencapai status unicorn pada 2023 dengan valuasi yang pernah dilaporkan sekitar US$1,3 miliar. (Katadata)
Sektor: Agritech / Aquaculture
Status: Pernah mencapai status unicorn
Catatan: status eFishery perlu dibaca hati-hati karena perusahaan menghadapi persoalan tata kelola dan kondisi bisnis setelah mencapai status unicorn.
๐ฐ 4. DANA
DANA merupakan perusahaan teknologi finansial yang menyediakan dompet digital dan berbagai layanan pembayaran.
DANA mencapai valuasi sekitar US$1,13 miliar pada 2022. (Failory)
Sektor: Fintech / Digital Payments
Status: Unicorn
๐ป 5. Xendit
Xendit menyediakan infrastruktur pembayaran digital untuk bisnis, termasuk penerimaan pembayaran dan layanan pembayaran lainnya.
Xendit mencapai valuasi sekitar US$1 miliar pada 2021. (1001 Startup)
Sektor: Fintech / Payment Infrastructure
Status: Unicorn
๐ 6. Ajaib
Ajaib merupakan platform investasi digital yang memungkinkan pengguna berinvestasi pada berbagai instrumen seperti saham dan reksa dana.
Ajaib mencapai valuasi sekitar US$1 miliar dan pada September 2026 masih mendapatkan pendanaan baru sebesar US$270 juta, menunjukkan aktivitas korporasi yang masih berkembang. (1001 Startup)
Sektor: Fintech / Investment
Status: Unicorn
โ 7. Kopi Kenangan
Kopi Kenangan merupakan jaringan kopi berbasis teknologi yang menggunakan konsep new retail dan pemesanan digital.
Perusahaan ini mencapai valuasi sekitar US$1 miliar pada 2021. (1001 Startup)
Sektor: Consumer & Retail / F&B
Status: Unicorn
๐ฌ 8. Vidio
Vidio merupakan platform streaming video Indonesia yang menyediakan berbagai konten hiburan dan olahraga.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memasukkan Vidio dalam daftar perusahaan unicorn yang berkantor pusat di Jakarta dengan valuasi sekitar US$1 miliar. (Jakarta Government)
Sektor: Media & Entertainment
Status: Unicorn
๐ Ringkasan
| Startup | Sektor | Valuasi yang dilaporkan |
|---|---|---|
| Traveloka | Travel & Mobility | ยฑ US$2,8โ3 M |
| Akulaku | Fintech | ยฑ US$2 M |
| eFishery | Agritech | ยฑ US$1,3 M |
| DANA | Fintech | ยฑ US$1,13 M |
| Xendit | Fintech | ยฑ US$1 M |
| Ajaib | Fintech | ยฑ US$1 M |
| Kopi Kenangan | Consumer & Retail | ยฑ US$1 M |
| Vidio | Media & Entertainment | ยฑ US$1 M |
Angka tersebut bukan berarti seluruh perusahaan saat ini memiliki nilai yang persis sama, karena valuasi startup berasal dari putaran pendanaan, transaksi investasi, atau sumber estimasi tertentu dan dapat berubah. StartupBlink, misalnya, mencatat delapan unicorn pada 2026, sedangkan daftar lain dapat menghasilkan jumlah berbeda karena metodologi dan definisi status unicorn yang digunakan. (StartupBlink)
Bagaimana dengan J&T, GoTo, Bukalapak, dan Blibli?
Ini bagian penting. Tidak semua perusahaan yang pernah menjadi unicorn masih disebut startup unicorn.
Beberapa perusahaan telah menjadi perusahaan publik melalui IPO atau memiliki struktur korporasi yang membuat klasifikasi โstartup unicorn swastaโ tidak lagi tepat. Data 2025 dari Katadata, misalnya, memisahkan J&T, Gojek, Tokopedia, Bukalapak, OVO, Kredivo, dan Blibli dari daftar unicorn privat. (Katadata)
Karena itu, istilah โpernah menjadi unicornโ, โmasih merupakan unicorn privatโ, dan โperusahaan publik dengan kapitalisasi pasar di atas US$1 miliarโ sebaiknya tidak dicampur.
Kesimpulan
Indonesia memiliki sejumlah perusahaan teknologi dan perusahaan berbasis inovasi yang telah mencapai skala unicorn. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa sektor fintech, perjalanan, retail, agritech, logistik, serta media dan entertainment memiliki potensi besar untuk membangun perusahaan berskala nasional hingga internasional.
Menariknya, Vidio menunjukkan bahwa sektor digital entertainment juga dapat menghasilkan perusahaan dengan valuasi unicorn. Hal ini menjadi relevan bagi pengembangan ekosistem seperti Portal Station 101Play Web Cloud, yang berada pada bidang Digital Entertainment dengan ekosistem Audio, Visual, Gaming, dan Talent Publisher.
Namun, memiliki website atau aplikasi tidak otomatis menjadikan sebuah perusahaan sebagai unicorn. Status unicorn ditentukan oleh valuasi perusahaan, bukan sekadar jumlah pengguna, jumlah website, banyaknya konten, atau besarnya popularitas sebuah merek.
Eksplorasi konten lain dari Portal 101Tamael Web Cloud
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
0 Comments