Jinggo Green Forest of Probolinggo
Jinggo Green Forest of Probolinggo merupakan sebuah konsep identitas yang memadukan Minak Jinggo, warna jingga, nuansa hijau hutan, mangrove, serta berbagai identitas visual yang berkembang di Probolinggo dan sekitarnya.
Konsep ini berangkat dari ketertarikan terhadap bagaimana warna, sejarah, alam, dan simbol dapat membentuk sebuah identitas daerah.
Namun, identitas sebuah daerah tidak harus berasal dari satu bidang saja. Ada yang mengekspresikannya melalui olahraga, seni, musik, budaya, alam, teknologi, maupun bidang lainnya.
Asal Usul โJinggoโ
Kata Jinggo berasal dari nama Minak Jinggo.
Minak Jinggo kemudian menjadi salah satu inspirasi dalam pembentukan identitas The Lasminggo, yang dikembangkan dari gagasan Laskar Minak Jinggo.
Dalam konsep Jinggo Green Forest, Jinggo juga divisualisasikan dengan karakter warna jingga yang condong kemerahan atau jingga agak tua.
Sehingga terbentuk rangkaian:
Minak Jinggo โ Jinggo โ Jingga โ Jingga kemerahan.
Jinggo menjadi unsur yang membawa nuansa sejarah, budaya, dan karakter lokal.
Asal Usul โGreen Forestโ
Istilah Green Forest terinspirasi dari warna cat dinding/bangunan Wali Kota Probolinggo yang memberikan kesan hijau tua.
Warna hijau tersebut kemudian dibayangkan seperti pepohonan mangrove atau hutan bakau sebagai penahan tsunami sehingga di sana jarang sekali terjadi bencana tsunami gelombang laut<Daerah Indonesia Aceh pernah terjadi tsunami tautan https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_dan_tsunami_Samudra_Hindia_2004{[(|fnote_end|)]}.
Mangrove memberikan gambaran hutan hijau di kawasan pesisir. Karena itu, Green Forest tidak hanya berarti โhutan hijauโ, tetapi juga menjadi gambaran tentang alam, pesisir, pepohonan, dan lingkungan.
Rangkaian inspirasinya:
Green โ Hijau โ Hijau tua โ Pohon โ Mangrove โ Hutan Bakau.
Warna dan Identitas di Sekitar Probolinggo
Di Jawa Timur, warna dan simbol tertentu juga menjadi bagian dari identitas populer berbagai daerah dan komunitas.
Misalnya:
๐ต Biru Sapphire dan Singa Gila (Singo Edan) sebagai bagian dari identitas populer sepak bola Malang.
๐ข Bajul Ijo dengan warna hijau dan simbol buaya sebagai identitas populer sepak bola Surabaya.
Sementara di Probolinggo sendiri terdapat identitas sepak bola Persipro 1954 dan komunitas pendukung yang dikenal dengan nama Jinggo Mania.
Hal tersebut menarik karena kata Jinggo juga muncul dalam identitas sepak bola Probolinggo. Artinya, kata Jinggo memiliki ruang tersendiri dalam berbagai bentuk identitas populer masyarakat Probolinggo.
Namun, Jinggo Green Forest of Probolinggo tidak dibuat sebagai identitas olahraga.
Tidak Harus Tentang Olahraga
Olahraga memang menjadi salah satu bagian dari kehidupan masyarakat dan dapat membangun rasa kebersamaan. Tetapi tentu saja setiap orang mempunyai kesukaan dan minat yang berbeda.
Ada orang yang menyukai sepak bola.
Ada yang lebih menyukai musik.
Ada yang tertarik dengan sejarah.
Ada yang menyukai teknologi.
Ada yang tertarik dengan alam dan lingkungan.
Ada pula yang menikmati seni, fotografi, desain, pariwisata, atau bidang lainnya.
Karena itu, Jinggo Green Forest mengambil sudut pandang yang berbeda.
Jika identitas Jinggo dapat ditemukan dalam dunia olahraga melalui Persipro 1954 dan Jinggo Mania, maka konsep ini mencoba membawa kata Jinggo ke dalam ruang seni, musik, alam, visual, dan kreativitas digital.
Jinggo ร Green Forest
Konsep utamanya dapat dirangkum melalui dua karakter warna:
๐ Jinggo
Minak Jinggo โ Jinggo โ Jingga kemerahan
Merepresentasikan:
Sejarah โข Budaya โข Karakter โข Kreativitas
๐ข Green Forest
Hijau tua โ Pepohonan โ Mangrove โ Hutan Bakau
Merepresentasikan:
Alam โข Pesisir โข Lingkungan โข Pertumbuhan
Ketika keduanya dipadukan:
Jinggo Green Forest
menjadi konsep yang mempertemukan sejarah dan alam.
Mengapa โof Probolinggoโ?
Tambahan โof Probolinggoโ memberikan penegasan bahwa konsep tersebut mengambil inspirasi dari Probolinggo.
Dengan demikian:
Jinggo โ terinspirasi dari Minak Jinggo.
Green Forest โ terinspirasi dari hijau tua dan gambaran mangrove/hutan bakau.
of Probolinggo โ identitas tempat dan sumber inspirasi.
Jinggo Green Forest of Probolinggo
bukan sekadar nama, tetapi sebuah gagasan untuk mengeksplorasi identitas Probolinggo melalui warna, sejarah, alam, dan kreativitas.
Ruang Kreativitas
Konsep ini dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, misalnya:
๐ต Musik โ lagu dan aransemen bertema Probolinggo
๐จ Visual โ logo, ilustrasi, dan desain
๐ณ Lingkungan โ mangrove dan hutan bakau
๐๏ธ Pariwisata โ alam dan destinasi Probolinggo
๐ Sejarah & budaya โ cerita dan dokumentasi
๐ป Digital โ website, multimedia, dan konten kreatif
Dengan demikian, seseorang tidak harus menjadi penggemar olahraga untuk ikut mencintai dan mengembangkan identitas daerahnya.
Setiap orang memiliki bidang kesukaannya sendiri.
Bagi sebagian orang, Probolinggo mungkin hadir melalui sepak bola[1]Soal sepak bola tidak begitu populer di probolinggo namun populer di bidang lain dan saya juga sama suka di bidang lain dari pada olah raga maka dari itu saya kurang begitu paham aturan main soal โฆ Continue reading.
Bagi yang lain, Probolinggo dapat hadir melalui musik, seni, sejarah, alam, teknologi, atau kreativitas digital.
Penutup Kesimpulan
Jinggo Green Forest of Probolinggo berangkat dari dua inspirasi utama:
Jinggo dari Minak Jinggo, dengan karakter warna jingga yang condong kemerahan.
Green Forest dari inspirasi warna hijau tua dan gambaran pepohonan mangrove atau hutan bakau.
Di tengah berbagai identitas warna dan simbol di Jawa Timurโtermasuk identitas olahraga seperti Persipro 1954 dan Jinggo Mania di Probolinggoโkonsep ini mengambil jalur kreatifnya sendiri.
Tidak harus melalui olahraga.
Identitas Probolinggo juga dapat diceritakan melalui musik, seni, alam, sejarah, dan teknologi.
Jinggo Green Forest of Probolinggo
Jinggo dari sejarah, hijau dari alam, Probolinggo sebagai inspirasi.
Referensi Sumber Internet atau Daftar Pustaka
| โ1 | Soal sepak bola tidak begitu populer di probolinggo namun populer di bidang lain dan saya juga sama suka di bidang lain dari pada olah raga maka dari itu saya kurang begitu paham aturan main soal jenis-jenis olah raga karena orangnya ya begitu kecuali kasti sekali seumur hidup bola di lempar lalu di pukul bolanya lalu yang mukul lari muter-muter. Kalo sekarang dah lupa dulu tahu sekarang tidak tahu. |
|---|
Eksplorasi konten lain dari Portal 101Tamael Web Cloud
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
0 Comments