Orang yang Membuat Aplikasi Website Disebut Apa?
Ketika kita menggunakan sebuah website atau aplikasi website, mungkin muncul pertanyaan: siapa orang yang membuat dan mengembangkan website tersebut?
Membuat Aplikasi Website Di Sebut Apa
Secara umum, orang yang membuat dan mengembangkan website disebut Web Developer atau Pengembang Web lebih umum Web Programmer.
Namun, dalam pengembangan website modern, terdapat beberapa bidang pekerjaan dengan tugas yang berbeda. Ada yang fokus pada tampilan, ada yang mengembangkan sistem di belakang layar, dan ada pula yang mengerjakan keduanya.
1. Web Developer
Web Developer adalah seseorang yang membuat, mengembangkan, menguji, memperbaiki, dan memelihara website atau aplikasi berbasis web.
Seorang Web Developer dapat bekerja dengan berbagai teknologi pemrograman untuk membuat website yang tidak hanya dapat ditampilkan di browser, tetapi juga memiliki fungsi interaktif.
Contohnya:
- Website perusahaan
- Toko online
- Sistem informasi
- Portal berita
- Aplikasi berbasis web
- Dashboard
- Platform digital
- Game berbasis browser
Dalam praktiknya, Web Developer dapat memiliki spesialisasi tertentu.
2. Front-End Developer
Front-End Developer adalah pengembang yang berfokus pada bagian website yang berinteraksi langsung dengan pengguna.
Ketika seseorang membuka website dan melihat menu, tombol, formulir, animasi, gambar, serta tata letak halaman, bagian tersebut umumnya berkaitan dengan pekerjaan Front-End Developer.
Teknologi yang umum digunakan antara lain:
- HTML
- CSS
- JavaScript
- React
- Vue
- Tailwind CSS
HTML digunakan untuk membangun struktur halaman, CSS mengatur tampilan, sedangkan JavaScript digunakan untuk membuat berbagai fungsi dan interaksi menjadi dinamis.
3. Back-End Developer
Jika Front-End berhubungan dengan bagian yang terlihat oleh pengguna, Back-End Developer menangani sistem yang bekerja di belakang layar.
Contohnya:
- Server
- Database
- Sistem login
- Pengelolaan akun
- API
- Pemrosesan data
- Sistem transaksi
- Keamanan aplikasi
Teknologi yang dapat digunakan antara lain PHP, Node.js, Python, Java, Laravel, dan MySQL.
Sebagai contoh, ketika pengguna melakukan login ke sebuah website, Front-End menampilkan formulir login, sedangkan Back-End memproses data dan melakukan pemeriksaan terhadap informasi akun.
4. Full-Stack Developer
Full-Stack Developer adalah pengembang yang memiliki kemampuan mengerjakan bagian Front-End dan Back-End.
Dengan kemampuan tersebut, seorang Full-Stack Developer dapat terlibat dalam proses pengembangan aplikasi web dari sisi tampilan hingga sistem di belakangnya.
Pada proyek kecil, seorang Full-Stack Developer bahkan dapat mengembangkan sebagian besar komponen aplikasi secara mandiri. Pada proyek yang lebih besar, mereka tetap dapat bekerja bersama developer, designer, database administrator, dan anggota tim lainnya.
5. Web Designer
Istilah Web Designer sering dianggap sama dengan Web Developer, padahal fokus pekerjaannya berbeda.
Web Designer lebih berfokus pada visual, tampilan, dan pengalaman pengguna sebuah website.
Mereka dapat merancang:
- Warna
- Tipografi
- Tata letak
- Ikon
- Komponen antarmuka
- Struktur visual halaman
- User Interface (UI)
- User Experience (UX)
Tools yang sering digunakan dalam pekerjaan desain antara lain Figma dan Adobe XD.
Sederhananya, Web Designer merancang bagaimana website terlihat dan digunakan, sedangkan Web Developer mengimplementasikan rancangan tersebut menjadi website yang dapat berfungsi.
Dalam praktiknya, batas pekerjaan tersebut tidak selalu kaku. Seorang developer juga dapat memiliki kemampuan desain, begitu pula seorang designer dapat memahami HTML, CSS, dan teknologi web lainnya.
6. Web Programmer
Selain Web Developer, istilah Web Programmer juga sering digunakan.
Web Programmer lebih menekankan pada kemampuan pemrograman untuk membuat fungsi dan sistem website.
Misalnya:
Pengguna
โ
Website
โ
JavaScript / PHP
โ
Server
โ
Database
Programmer menulis kode yang membuat proses tersebut dapat berjalan sesuai kebutuhan aplikasi.
Istilah Web Programmer dan Web Developer dapat memiliki cakupan yang berbeda tergantung perusahaan, proyek, dan deskripsi pekerjaannya.
Jadi, Apa Sebutan untuk Orang yang Membuat Website?
Jika ingin menggunakan istilah umum, Web Developer (Pengembang Web) merupakan sebutan yang tepat untuk orang yang bekerja dalam pengembangan website atau aplikasi berbasis web.
Jika ingin lebih spesifik, sebutannya dapat disesuaikan dengan bidang pekerjaannya:
| Profesi | Fokus Utama |
|---|---|
| Web Developer | Pengembangan website dan aplikasi web |
| Front-End Developer | Tampilan dan interaksi pengguna |
| Back-End Developer | Server, database, dan sistem |
| Full-Stack Developer | Front-End dan Back-End |
| Web Designer | Desain UI/UX dan visual |
| Web Programmer | Pemrograman fungsi website |
Kesimpulan
Membuat sebuah aplikasi website bukan hanya tentang menulis kode. Sebuah produk web dapat melibatkan berbagai keahlian, mulai dari desain antarmuka, pemrograman Front-End, pengembangan Back-End, database, server, keamanan, hingga pengujian dan pemeliharaan.
Karena itu, istilah Web Developer dapat digunakan sebagai sebutan umum untuk orang yang mengembangkan website. Sementara itu, istilah seperti Front-End Developer, Back-End Developer, Full-Stack Developer, Web Designer, dan Web Programmer dapat digunakan untuk menjelaskan keahlian atau tanggung jawab yang lebih spesifik.
Dengan kata lain, Web Developer adalah salah satu profesi utama di balik hadirnya website dan aplikasi web yang kita gunakan setiap hari.
Eksplorasi konten lain dari Portal 101Tamael Web Cloud
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
0 Comments